Martha Tilaar memiliki nama asli Martha Handana. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937 dikenal luas sebagai pengusaha Indonesia yang melahirkan merek kosmetik legendaris, Sariayu sejak era tahun 1970-an.
Martha meraih gelar Sarjana Pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, yang kini menjadi Universitas Negeri Jakarta. Lalu, pada tahun 1964, dia mengikuti suaminya Dr. Henry A. Rudolf Tilaar yang mendapatkan beasiswa pendidikan ke Amerika Serikat.
Di Amerika, ia memanfaatkan waktunya dengan memperdalam ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Dia juga sempat bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat.
Setelah lulus, Martha membuka praktik salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia mempromosikan salonnya dengan mendatangi kampus-kampus hingga rumah mantan dosen untuk mendandani istrinya.
Kembali ke Indonesia tahun 1969, Martha membuka salon kecil sederhana di garasi rumahnya denganmodal Rp1 juta Martha’s Salon di Jl. Kusuma atmaja, Menteng, Jakarta Pusat.
Salon tersebut sukses membuat para pelanggan nyaman. Seiring berjalannya waktu, salonnya mulai menjadi langganan peragawati serta istri pejabat di masa itu. Dua tahun kemudian, Martha berhasil membuka salon kedua.
Pada tahun 1972, Martha pergi ke Eropa untuk belajar tentang ramu-ramuan herbal. Dia mengunjungi pabrik Yves Rocher di Prancis, Inggris, hingga Jerman Barat. Sekembalinya di Indonesia, ia mulai memperkenalkan perawatan tradisional.
Saat itu, tidak banyak referensi tentang produk perawatan dalam negeri, perempuan kelahiran Kebumen tersebut terpaksa mendatangi dukun-dukun beranak, serta neneknya Mak Oco untuk mempelajari cara membuat jamu. Akhirnya, di usia 42 tahun Martha berhasil melahirkan anak pertamanya, Wulan Tilaar. Resep jamu penyubur itulah yang kemudian diabadikannya lewat produk Kaplet Wulandari.
Tahun 1975, Martha menjalin kerja sama dengan Mooryati Soedibyo yang mendirikan Mustika Ratu. Namun, karena adanya perbedaan visi dan misi, kerja sama tersebut tidak berlanjut.
Selanjutnya, pada tahun 1977, Martha Tilaar bekerja sama dengan Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady dari Kalbe Farma untuk membuat perusahaan kosmetik dan jamu, bernama PT Martina Berto. Perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Saat itu, pabrik kosmetik pertamanya di Jalan Pulo Ayang, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Setelahnya, dilanjutkan dengan mendirikan PT Sari Ayu Indonesia sebagai produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar, tahun 1983.
Perusahaan tersebut berkembang pesat dan mengakuisisi beberapa perusahaan lain. Dengan kekuatan riset dan 37 peneliti di Martha Tilaar’s Innovation Center (MTIC), Martha sukses memproduksi merek kosmetika, perawatan tubuh, spa, dan jamu yang dikenal hingga mancanegara.
Pada tahun 1999, Martha Tilaar Group sukses membeli seluruh saham PT Martina Berto yang awalnya sebagian dimiliki oleh Kalbe Group. Sejak saat itu, Martha Tilaar dan keluarga menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto.(sid)


